Tidak selalu menggunakan air, bersuci juga dapat dilakukan dengan tayamum dalam kondisi tertentu. Hal itu yang dipelajari anggota Pramuka Siaga SDS Al Izzah Purwokerto dalam latihan Pramuka di lingkungan sekolah, Jumat (28/8/2026).
Kegiatan berlangsung dengan suasana belajar yang menyenangkan. Para peserta tidak hanya mendapatkan penjelasan mengenai tayamum, tetapi juga diajak mempraktikkan tata cara tayamum secara langsung dengan bimbingan pembina.
Materi disampaikan menggunakan bahasa sederhana agar mudah dipahami oleh anggota Pramuka Siaga. Pembina mengenalkan ketentuan dan kondisi yang memungkinkan seseorang melakukan tayamum, kemudian dilanjutkan dengan praktik secara bertahap.
Satu per satu tahapan diperagakan oleh pembina, mulai dari niat, menggunakan media yang suci dan berdebu, mengusap wajah, hingga mengusap kedua tangan. Setelah mendapatkan contoh, peserta kemudian mencoba mempraktikkannya secara bergantian. Suasana latihan pun menjadi lebih interaktif. Peserta terlihat antusias mengikuti setiap tahapan dan tidak ragu mencoba kembali ketika masih terdapat gerakan yang perlu diperbaiki.
Pembina Siaga SDS Al Izzah Purwokerto, Bunda Nurmalita Ifty K., mengatakan bahwa kegiatan tersebut tidak hanya bertujuan mengenalkan tata cara tayamum, tetapi juga memberikan pemahaman kepada anak bahwa ibadah tetap dapat dilaksanakan dalam kondisi tertentu.
“Anak-anak perlu memahami bahwa Islam memberikan kemudahan dalam beribadah. Melalui praktik tayamum ini, mereka belajar bahwa dalam kondisi tertentu bersuci tidak selalu harus menggunakan air, tetapi tetap harus dilakukan sesuai tuntunan yang benar,” ujar Bunda Nurma.
Menurutnya, pembelajaran melalui praktik akan lebih mudah diingat oleh anak. Dengan mencoba secara langsung, peserta tidak hanya mengetahui teori, tetapi juga belajar percaya diri, berkonsentrasi, dan bertanggung jawab mengikuti setiap tahapan.
“Yang terpenting bukan hanya bisa mempraktikkan tayamum, tetapi anak-anak memahami kapan tayamum diperbolehkan, bagaimana tata caranya, dan mengapa kita harus tetap menjaga kebersihan serta kesucian sebelum beribadah,” tambahnya.
Kegiatan tersebut sekaligus menjadi ruang pembelajaran karakter bagi anggota Pramuka Siaga. Dari praktik sederhana, peserta belajar disiplin mengikuti urutan, mandiri dalam melaksanakan praktik, serta bertanggung jawab terhadap kebersihan dan kesucian diri.
Bagi Pramuka Siaga SDS Al Izzah, latihan Pramuka tidak hanya diisi dengan permainan, baris-berbaris, atau keterampilan kepramukaan. Nilai-nilai keagamaan juga dapat dipadukan dalam kegiatan sehingga peserta mendapatkan pengalaman yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.
Latihan tayamum pun menjadi pengalaman baru bagi para peserta. Mereka belajar bahwa ketika menghadapi kondisi tertentu, keterbatasan bukan alasan untuk meninggalkan kewajiban, tetapi perlu dihadapi dengan pengetahuan dan cara yang tepat. Melalui kegiatan ini, Pramuka Siaga SDS Al Izzah diharapkan semakin terampil, disiplin, mandiri, dan memiliki karakter religius. (Mas Ranteng)
Pramuka Kedungbanteng Berani, Berkarya, Menginspirasi!