Semangat ratusan anggota Pramuka Penggalang terlihat di lingkungan MI Ma’arif NU Dawuhan Wetan pada Jumat (28/8/2026). Sebanyak 200 peserta mengikuti latihan kepramukaan dengan tertib dan penuh antusias.
Kegiatan diawali dengan upacara pembukaan. Seluruh peserta mengikuti rangkaian upacara dengan tertib, mulai dari persiapan pasukan, penghormatan, pengucapan Tri Satya hingga mendengarkan amanat pembina upacara. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari pembinaan Pramuka di MI Ma’arif NU Dawuhan Wetan. Tidak hanya mendapatkan materi kepramukaan, peserta juga diajak memahami makna Tri Satya dan Dasa Darma serta menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.
Bertindak sebagai Pembina Upacara, Kak Achmad Faiz mengingatkan anggota Pramuka agar tidak berhenti pada hafalan. Menurutnya, Tri Satya dan Dasa Darma harus diwujudkan melalui sikap dan tindakan nyata.
“Tri Satya bukan hanya janji yang kita ucapkan, tetapi harus dibuktikan melalui tindakan. Begitu juga Dasa Darma, bukan sekadar untuk dihafalkan, melainkan menjadi pedoman dalam bersikap dan bertindak,” ujar Kak Faiz.
Usai upacara, kegiatan dilanjutkan dengan latihan dan penguatan materi kepramukaan. Peserta mengikuti berbagai aktivitas secara bersama-sama dengan menekankan kedisiplinan, tanggung jawab, kerja sama, dan kepedulian terhadap sesama. Peserta dibiasakan untuk mengikuti instruksi, menyelesaikan tugas, menghargai teman, serta bekerja dalam kelompok. Kebersamaan 200 anggota Pramuka menjadi ruang belajar untuk membangun kekompakan dan kemampuan bekerja sama.
Kak Faiz juga mengajak peserta untuk mulai membangun karakter melalui kebiasaan-kebiasaan sederhana. Menurutnya, kedisiplinan dapat dimulai dari datang tepat waktu, tanggung jawab melalui penyelesaian tugas, serta kepedulian dengan membantu teman.
“Jangan menunggu menjadi orang dewasa untuk berbuat baik. Mulailah dari sekarang, dari hal-hal kecil. Karena karakter yang hebat dibangun dari kebiasaan baik yang dilakukan secara terus-menerus,” pesannya.
Latihan Pramuka tersebut menjadi salah satu bentuk pendidikan karakter di luar ruang kelas. Melalui kegiatan yang dilakukan secara langsung, peserta belajar tentang disiplin, kemandirian, tanggung jawab, kepemimpinan, gotong royong, dan kepedulian sosial. Bagi Pramuka MI Ma’arif NU Dawuhan Wetan, Tri Satya dan Dasa Darma bukan sekadar materi yang dihafalkan. Keduanya menjadi pedoman untuk membentuk kebiasaan baik dalam kehidupan sehari-hari. Dengan pembinaan yang dilakukan secara rutin dan berkelanjutan, 200 anggota Pramuka Penggalang diharapkan tumbuh menjadi generasi yang disiplin, mandiri, bertanggung jawab, berakhlak, serta peduli terhadap lingkungan dan sesama. (Mas Ranteng)
Pramuka Kedungbanteng Berani, Berkarya, Menginspirasi!