Langkah kaki yang serempak, aba-aba yang tegas, serta gerakan bendera yang penuh ketelitian mewarnai latihan Pramuka Penggalang MTs Ma’arif NU 1 Kedungbanteng, Kecamatan Kedungbanteng, Kabupaten Banyumas, Jumat (11/09). Para peserta mengikuti latihan Peraturan Baris-Berbaris (PBB) dan semaphore sebagai bagian dari pembinaan keterampilan sekaligus penguatan karakter kepramukaan.
Kegiatan yang berlangsung di lingkungan madrasah tersebut dibuka oleh Ketua Gugusdepan 05.921, Kak Muhamad Syariffudin. Para anggota Pramuka Penggalang mengikuti latihan dengan penuh antusias, mulai dari latihan kedisiplinan dalam baris-berbaris hingga keterampilan komunikasi menggunakan sandi semaphore.
Sejak awal latihan, peserta diarahkan untuk membangun sikap disiplin melalui materi PBB. Mereka berlatih sikap sempurna, penghormatan, gerakan di tempat, hingga berbagai gerakan berdasarkan aba-aba pembina.
Setiap gerakan harus dilakukan secara tepat dan serentak. Tidak cukup hanya mengandalkan kemampuan individu, peserta juga dituntut mampu menyesuaikan gerakan dengan anggota lainnya. Dari sinilah kekompakan dan kerja sama mulai terbentuk. Setelah latihan PBB, kegiatan dilanjutkan dengan materi semaphore. Para Penggalang belajar mengenali posisi dan kode gerakan bendera sebagai sarana menyampaikan pesan secara visual.
Latihan semaphore membutuhkan konsentrasi dan ketelitian. Peserta harus mampu mengingat posisi gerakan, memahami kode, serta menerjemahkan pesan dengan cepat dan tepat. Kesalahan dalam membaca kode menjadi bagian dari proses latihan yang mendorong peserta untuk terus mencoba hingga benar-benar memahami materi.
Kak Muhamad Syariffudin memberikan motivasi kepada para anggota Pramuka agar mengikuti latihan dengan sungguh-sungguh. Menurutnya, keterampilan kepramukaan tidak berhenti pada kemampuan teknis, tetapi juga menjadi sarana membentuk karakter peserta didik.
“Ikuti setiap latihan dengan sungguh-sungguh. Jangan takut salah, karena dari latihan kita belajar menjadi lebih baik. PBB mengajarkan kedisiplinan dan kekompakan, sementara semaphore melatih ketelitian serta kemampuan berkomunikasi,” pesannya dalam upacara pembukaan latihan.
Ia juga mengingatkan agar berbagai keterampilan yang diperoleh selama latihan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan madrasah, keluarga, maupun masyarakat.
Suasana latihan berlangsung dinamis. Para peserta tampak berusaha memperbaiki setiap gerakan PBB sekaligus memahami kode semaphore dengan benar. Saling mengingatkan dan membantu menjadi bagian dari proses latihan, sehingga kemampuan individu dapat berkembang bersama dengan kekuatan regu.
Bagi Pramuka Penggalang, latihan semacam ini menjadi pengalaman penting untuk belajar bahwa kedisiplinan tidak hanya berarti menaati aturan. Disiplin juga berarti mampu bertanggung jawab terhadap tugas, menghargai instruksi, menjaga kekompakan, dan memberikan kontribusi terbaik bagi kelompok.
Melalui latihan rutin PBB dan semaphore, Pramuka Penggalang MTs Ma’arif NU 1 Kedungbanteng diharapkan semakin terampil sekaligus memiliki karakter yang disiplin, tangguh, percaya diri, komunikatif, dan mampu bekerja sama.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari pembinaan berkelanjutan untuk menumbuhkan generasi muda yang tidak hanya cekatan dalam keterampilan kepramukaan, tetapi juga siap menghadapi berbagai tantangan dengan sikap positif dan penuh tanggung jawab.
Pramuka Kedungbanteng Berani, Berkarya, Menginspirasi!